Category: PUISI


TEPAR

Semua serba sibuk mengurusi kemaluan
Hingga mereka terlupakan
Tak ada yang memperhatikan
Semua hilang ingatan
Ditindas tapi tak mengerti
Dihabisi hingga tak bersisa
Ekploitasi dan telanjang tak ada beda
Besorak ria seolah dikagumi dan dihargai

Melindungi dikira membatasi
Meniduri dianggap melindungi
Tubuh indah dipamerkan
Diperkosa mata ramai-ramai
Sudah tak berharga

Cinta dimesra-mesrakan
Agama diperjual belikan
Nasionalisame digadaikan
Yang ada hanya kemunafikan

Kejujuran didapat melalui hipnotis
Kesenangan didapat melalui komedi
Kesedihan didapat melalui sinetron
Padahal semua semu

Ibu-ibu tak lagi ke ibuan
Bapak-bapak tak lagi berwibawa
Remaja tak kunjung dewasa
Anak-anak tak lagi kekanak-kanakan

LAYU


Hari-hari sepi, Siang malam tak berarti
Dinginnya angin tak terasa di kulit ari
Suara Langkah kaki tak terdengar lagi berganti dengan suara degupan hati yang terus menanti
Mengharap pada sepi tentang sesuatu yang tak pasti
Wajah mungil tak berdosa menggelayut dalam pikir di kala ramai dan sepi
Suara gaduh penghuni jalan tak lagi mampu menyindir nurani
Bola mata indah memandang nista diri
Gerak bibir lembut mengejek halus hati yang tak berpenghuni

Di utara aku melihat mutiara
Mutiara penghias hati yang lara
Semu lalu menjadi palsu
Damai, indah tapi layu

BISA…

apakah kita harus serba bisa?

bisa membaca..

bisa menulis..

bisa berbicara..

bisa bermusik..

bisa bergaul..

bisa segala-galanya..

ternyata iya..

tapi tidak semua.

banyak orang bisa membaca tapi tidak mengerti..

banyak orang bisa menulis tapi tidak dengan hati..

banyak orang bisa berbicara tapi tidak mendengar..

banyak orang bisa bermusik tapi tidak mencintai..

banyak orang bisa bergaul tapi tidak peka..

banyak orang bisa segala-galanya tapi tidak mungkin..

dan aku bukan orang yang bisa membaca tapi mengerti..

aku bukan orang yang bisa menulis kecuali dengan hati..

aku bukan orang yang bisa berbicara tapi aku mendengar..

aku bukan orang yang bisa bermusik tapi aku mencintai..

aku bukan orang yang bisa bergaul tapi aku peka..

aku bukan orang yang bisa segala-galanya tapi aku mengerti, mendengar, mencintai dan peka…

Rasakanlah

Perhatikanlah dan rasakan…, kadang2 hidup ini hanya permainan belaka. Karena sang Dalang sudah mengatur sedemikian rupa. Lupa…itulah kita, kecewa itulah manusia…., harapan… adakah yang benar2 harapan ? tidakah itu hanya khayalan kita sebagai manusia? Benar dan Salah itu adalah nilai yang belum tentu sama dengan yang diberi nilai.? Tapi ini semua adalah teori…yang sudah bnyak membuat orang muak mendengarnya.

Bahagia

Malam mulai menampakkan keangkuhannya

seolah ingin menguasai dunia dengan kegelapannya

Aku asyik mendengar bait-bait lagu

malam merasa terganggu dengan bait-bait laguku….

akupun dipaksanya untuk memejamkan mata…

tapi aku ingin melawan malam

malam yg punya kuasa penuh terpaksa harus menyerah dengan kemauanku.

“aku berhenti berharap dan menunggu datang gelap…”

bait lagu yang membuat kebahagianku hilang

aku tidak mau berhenti berharap hanya karena aku belum bisa mendapatkannya

aku ingin semua orang tahu kalau aku bukan orang yang mudah putus asa.

bahagia rasanya jika semua keinginanku bisa tercapai

bahagia rasanya jika ada yang mau membantuku dalam menggapai semua keinginanku..

tentu aku sendiri tidak bisa menggapainya…

ternyata kebahagian bukan hanya pada apa yang kita miliki

kebahagian juga apa yang akan kita miliki

Bingung

Melihatmu sama saja melihat bulan, Mendengarmu sama saja mendengar Alunan lagu merdu nan syahdu, memikirkanmu sama saja memikirkan surga yang dijanjikan Tuhan.

Tapi, Siapa kamu sebenarnya? Bulankah?, Lagu merdukah?, Surgakah? atau apa kah?.

Bingung setiap kali melihatmu, bingung setiap kali mendengarkanmu, memikirkanmu membuatku makin bingung.

kenapa kau tak menjawabnya?

Kenapa harus aku?

kenapa harus aku yang melihatmu, mendengarmu, memikrikanmu?

kenapa bukan dia, atau siapa saja lah?

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.